Senin, 17 Maret 2014

ANALISIS SEKURITAS


1.      Pengertian Analisis Sekuritas
Analisis Sekuritas  adalah cara untuk mendeteksi sekuritas mana yang nampaknya mispriced. Bisa dilakukan dengan analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis teknikal menggunakan data (perubahan) harga pada masa lalu sebagai upaya untuk memperkirakan harga sekuritas di masa yang akan datang. Analisis fundamental berupaya mengidentifikasi prospek perusahaan (lewat analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya) untuk dapat memperkirakan harga saham di masa yang akan datang.
1.1 Analisis Fundamental
Analisis fundamental adalah analisis sekuritas yang menggunakan data-data fundamental dan faktor-faktor eksternal yang berhubungan dengan perusahaan/ badan usaha tersebut. Data fundamental yang dimaksud adalah data keuangan, data pangsa pasar, siklus bisnis, dan sejenisnya. Sementara data faktor eksternal yang berhubungan dengan badan usaha adalah kebijakan pemerintah, tingkat suku bunga, inflasi, dan sejenisnya. Dengan mempertimbangkan data-data seperti tersebut diatas, analisis fundamental menghasilkan berupa analisis penilaian badan usaha dengan kesimpulan apakah perusahaan tersebut sahamnya layak dibeli atau tidak. Jika nilainya mahal atau overvalued, saham tersebut dianggap nilainya lebih tinggi berdasarkan analisis fundamental melalui perbandingan harga yang berlaku di pasar. Dengan kata lain harganya sudah terlalu mahal jadi lebih baik tidak dibeli atau dijual jika memiliki sahamnya. Sementara jika yang terjadi sebaliknya, saham itu layak untuk dibeli dengan alasan harganya murah.
Analisis ini memiliki horizon jangka panjang, karena selain menggunakan data historis (berupa laporan keuangan perusahaan) analisis ini juga menggunakan data masa depan berupa estimasi pertumbuhan perusahaan, estimasi perubahaan ekonomi di masa mendatang, dan berbagai jenis estimasi lainnya yang dianggap dapat mempengaruhi kinerja dan kelangsungan usaha. Meskipun menggunakan pendekatan kuantitatif dalam proses analisisnya, banyak variabel ditentukan berdasarkan judgment, misalnya tingkat pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Akibatnya, meskipun beberapa orang menggunakan metode analisis fundamental dengan cara yang sama, hasilnya bisa jadi berbeda. Analisis ini biasa digunakan untuk jangka panjang, tetapi permasalahannya yang seringkali dihadapi oleh investor adalah timing dan informasi. Karena tidak semua investor mendapatkan informasi yang lengkap sehingga jika hanya mengandalkan analisis fundamental, dapat terjadi kesalahan investasi akibat kurangnya informasi atau kesalahan timing sehingga bisa jadi saham yang dibeli harganya sudah mahal. Untuk mengatasi masalah timing tersebut dapat dilihat dari pergerakan bursa atau pergerakan saham tersebut melalui analisis teknikal untuk menentukan sinyal transaksi (sinyal beli/sinyal jual). Dengan menggunakan / menggabung kedua analisis tersebut secara tepat, bertujuan untuk menghasilkan capital gain yang optimum.
metode analisis menggunakan kekuatan fundamental dari suatu negara. Secara umum kekuatan fundamental suatu negara ditunjukan dengan data-data ekonomi negara bersangkutan.Setiap berita baik yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan ekonomi dapat menjadi faktor fundamental yang penting untuk dicermati. Pada dasarnya analisa fundamental dapat dikelompokan menjadi empat kategori besar, yaitu:
  1. Faktor Ekonomi
  2. Faktor Politik
  3. Faktor Keuangan dan Moneter
  4. Faktor Eksternal
*      FAKTOR EKONOMI
Dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi fundamental perekonomian suatu negara, indikator ekonomi merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dan menjadi bagian penting dari keseluruhan faktor fundamental itu sendiri. Seiring kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk mendapatkan sumber informasi terkini seorang trader juga sering menggunakan informasi yang berasal dari monitor komputer, misalnya melaui Dow Jones Telerate, Reuters, Knight Rider maupun Bloomberg. Indikator-indikator ekonomi yang sering digunakan dalam Analisis Fundamental diantaranya:
a. Gross Domestic Product Gross Domestic Product merupakan jumlah seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara baik oleh perusahaan dalam negeri maupun oleh perusahaan asing yang beroperasi di dalam negara tersebut pada suatu periode tertentu.
b. Inflasi Seorang Trader akan selalu memperhatikan dengan seksama perkembangan tingkat inflasi. Salah satu cara pemerintah dalam menanggulangi inflasi adalah dengan melakukan kebijakan menaikkan tingkat suku bunga. Kebijakan peningkatan tingkat suku bunga ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar dan mengendalikan tingkat inflasi. Penggunaan tingkat inflasi sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi adalah untuk mencerminkan tingkat GDP dan GNP ke dalam nilai sebenarnya. Nilai GDP dan GNP merupakan indikator yang sangat penting bagi seorang Trader dalam membandingkan peluang dan resiko investasinya di luar negeri.
3. Balance of Payment Balance of Payment merupakan suatu neraca yang terdiri dari keseluruhan aktivitas transaksi perekonomian internasional suatu negara, baik yang bersifat komersial maupun finansial, dengan negara lain pada suatu periode tertentu. Balance of Payment ini mencerminkan seluruh transaksi antara penduduk, pemerintah dan pengusaha dalam negeri dan pihak luar negeri, seperti transaksi ekspor dan impor, investasi portofolio, transaksi antar Bank Sentral dan lain-lain. Indikator umum yang sering digunakan adalah neraca perdagangan / current account. Faktor lain yang mempengaruhi neraca pembayaran adalah adanya aliran investasi asing yang masuk ke dalam negeri dalam bentuk Foreign Direct Investment maupun Portofolio Investment. Contoh: surplus neraca perdagangan Jepang terhadap Amerika Serikat pada tahun 1998 memberikan indikasi yang jelas terhadap meningkatnya volume permintaan Yen dalam aktifitas perdagangan. Akibatnya nilai tukar Yen terhadap Dollar AS menguat.
4. Employment
Employment adalah suatu indikator yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi riil berbagai sektor ekonomi. Indikator mengenai tingkat kesempatan kerja ini dapat dijadikan sebagai alat untuk menganalisis sehat / tidaknya perekonomian suatu negara. Apabila perekonomian berada dalam keadaan full capacity / kapasitas penuh maka akan tercapai full employment. Jika keadaan sebaliknya, maka tingkat pengangguran pun akan meningkat. Tingkat employment adalah indikator ekonomi yang sangat penting bagi pasar keuangan pada umumnya dan pasar valuta asing khususnya.
*      FAKTOR POLITIK
Faktor Politik merupakan salah satu indikator untuk memprediksi pergerakan nilai tukar, sangat sulit untuk diketahui timing / waktu terjadinya secara pasti dan untuk ditentukan dampaknya terhadap fluktuasi nilai tukar. Ada kalanya suatu perkembangan politik berdampak pada pergerakan nilai tukar, namun ada kalanya tidak membawa dampak apapun terhadap pergerakan nilai tukar. Contoh: gejolak politik yang terjadi di Indonesia pada pasca pergantian kepemimpinan nasional dari masa pemerintah Orde Baru 1966-1998 sampai ke Orde Reformasi menimbulkan gejolak fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang sangat signifikan. Namun ada kalanya isu politik tidak mempengaruhi fluktuasi nilai tukar, seperti dalam kasus Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton dan Monica Lewinsky pada tahun 1998 yang tidak serta merta membawa dampak terhadap perubahan nilai tukar Dollar AS.
*      FAKTOR KEUANGAN & MONETER
Peranan Faktor Keuangan sangat penting dalam melakukan Analisis Fundamental. Adanya perubahan dalam kebijaksanaan moneter dan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah, terutama dalam hal kebijakan yang menyangkut perubahan tingkat suku bunga, akan membawa dampak signifikan terhadap perubahan dalam fundamental ekonomi. Perubahan kebijakan ini juga akan mempengaruhi nilai tukar mata uang. Para pengamat pasar valuta asing menyatakan bahwa tingkat suku bunga adalah penentu utama nilai tukar suatu mata uang, selain indikator keuangan lainnya, seperti jumlah uang yang beredar. Aturan umum mengenai kebijakan tingkat suku bunga ini adalah: semakin tinggi tingkat suku bunga maka semakin kuat juga nilai tukar suatu mata uang.Tingkat suku bunga yang dimaksudkan disini adalah tingkat suku bunga riil bukan yang nominal. Seorang Trader akan bereaksi terhadap perubahan selisih tingkat suku bunga, bukan pada perubahan tingkat suku bunga secara individual.
*      FAKTOR EKSTERNAL
Faktor Eksternal dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap nilai tukar suatu negara. Perubahan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara dapat membawa dampak regional bagi perekonomian negara-negara yang berada di kawasan yang sama. Dalam era alokasi global asset, arus portofolio modal tidak lagi mengenal batas-batas wilayah negara. Para Fund Manager, Investor dan Hedge Fund yang melakukan investasi secara global sangat mencermati perubahan ekonomi, bukan hanya dalam lingkup satu negara, melainkan juga meluas hingga ke dalam lingkup satu kawasan / regional tertentu.
1.2 ANALISIS TEKNIKAL
Analisa Teknikal adalah salah satu analisis atau metode pendekatan yang mengevaluasi pergerakan suatu harga saham, valas, kontrak berjangka (future contract), indeks dan beberapa instrumen keuangan lainnya.
Para analis teknikal melakukan penelitian yang mendasar terhadap pola pergerakan harga komoditi yang berulang dan dapat diprediksi. Bahkan analisis teknikal bisa juga diartikan sebagai suatu studi utama mengenai harga, termasuk besarnya (volume) dan posisi terbuka (open interest).
Jadi pada intinya analisis teknikal merupakan analisis terhadap pola pergerakan harga di masa lampau dengan tujuan untuk meramalkan pergerakan harga di masa yang akan datang. Analisis teknikal ini sering juga disebut dengan chartist karena para analisisnya melakukan studi dengan menggunakan grafik (chart), dimana mereka berharap dapat menemukan suatu pola pergerakan harga sehingga mereka dapat mengeksploitasinya untuk mendapatkan keuntungan.
Dalam analisis teknikal, memprediksikan pergerakan harga forex sama seperti memprediksi pergerakan harga komoditi karena para analis hanya melihat faktor grafik dan volume transaksi saja.
A.1 PRINSIP DASAR ANALISIS TEKNIKAL
Ada tiga prinsip yang digunakan sebagai dasar dalam melakukan analisis teknikal, yaitu :
v  Market Price Discounts Everything Yaitu segala kejadian-kejadian yang dapat mengakibatkan gejolak pada bursa valas secara keseluruhan atau harga mata uang suatu negara seperti faktor ekonomi, politik fundamental dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak dapat diprediksi sebelumnya seperti adanya peperangan, gempa bumi dan lain sebagainya akan tercermin pada harga pasar.
v  Price Moves in TrendYaitu harga valuta asing akan tetap bergerak dalam  satu trend. Harga mulai bergerak ke satu arah, turun atau naik. Trend ini akan berkelanjutan sampai pergerakan harga melambat dan memberikan peringatan sebelum berbalik dan bergerak ke arah yang berlawanan.
v  History Repeats It Self Karena analisis teknikal juga menggambarkan faktor psikologis para pelaku pasar, maka pergerakan historis dapat dijadikan acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Pola historis ini dapat terlihat dari waktu ke waktu di grafik. Pola-pola ini mempunyai makna yang dapat diinterprestasikan untuk memprediksi pergerakan harga.
A.2 Beberapa Indikator yang digunakan dalam Analisa Teknikal
Support & Resistance Adalah tingkat ketahanan harga yang bergerak antara bullish (uptrend) dan bearish (downtrend). Bullish mendorong harga-harga naik, dan bearish menurunkannya. Penunjuk harga pada dasarnya bergerak menunjukkan sampai seberapa jauh harga bergerak naik atau turun.
Support and Resistance Levels Support adalah tingkat tahanan harga dibawah harga pasar saat itu, dimana buying interest seharusnya bisa menguasai tekanan penjualan dan mempertahankan harga agar tidak jatuh.
Resistance adalah tingkat tahanan harga diatas harga pasar saat itu, dimana tekanan penjualan seharusnya cukup kuat untuk menguasai tekanan pembelian dan mempertahankan agar tdak terlalu tinggi.Ketika investor mengharapkan perubahan, seringkali mereka lakukan dengan tiba-tiba. Catatan: breakout diatas level resistance disertai dengan peningkatan yang signifikan di volume tersebut.


CONTOH SURAT TUGAS


SURAT TUGAS
Nomor: 012/ST1/24/02/2014

Dasar     :   Mengacu kepada aturan penilaian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).  

MENUGASKAN

Kepada  :   1. Pranita Junus A. Patawari
                       (Auditor Senior)
                   2. Rizky Amaliah Yahya
                       (Auditor Senior)
                   3. Fajriah Budiati
                       (Auditor Junior)
                   4. Nurlaelah Budiman
                       (Auditor Junior)
              
Untuk    :   Melakukan Audit Laporan Keuangan pada PT. SINAR MATARAM

Demikian surat tugas ini kami buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di          : Makassar
Pada tanggal            : 3 Maret 2014
(Pimpinan KAP Ichsan dan Rekan)



(Muhammad Ichsan Perdana)

Akuntan, Register Negara D-245641

CONTOH SURAT PERIKATAN AUDIT

SURAT PERIKATAN AUDIT

Makassar, 20 Desember 2013
No       : 001/1/KAP/14
Hal      : Audit Laporan Keuangan

Kepada Yth
Dewan Komisaris dan Pemegang Saham
PT SINAR MATARAM
Jl. Balapan No. 17
Yogyakarta

Saudara telah meminta kami untuk mengaudit neraca PT SINAR MATARAM tanggal 31 Desember 2013 dan laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Surat ini menegaskan penerimaan kami dan pemahaman kami atas perikatan ini. Audit kami akan kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan tersebut.

Kami akan melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga akan meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Pendapat kami atas laporan keuangan tersebut adalah tergantung dari hasil penerapan prosedur-prosedur audit yang akan kami laksanakan, oleh karena itu, kami tidak memberikan jaminan bahwa kami dapat memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan tersebut diatas.

Sebagai bagian dari prosedur audit, kami akan melakukan permintaan keterangan dari manajemen tentang pernyataan manajemen yang disajikan dalam laporan keuangan. Kami juga akan meminta pernyataan tertulis dari manajemen yang menjelaskan bahwa penyajian laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen dan penegasan tertulis lainnya untuk mengkonfirmasi beberapa pernyataan yang dibuat oleh manajemen kepada kami selama proses audit kami. Tanggapan manjemen atas permintaan keterangan kami dan pemerolehan pernyataan tertulis dari manajemen diwajibkan oleh standar auditing sebagai bagian dari bukti audit yang akan kami andalkan sebagai dasar dalam memberikan pendapat atas laporan keuangan. Karena pentingnya surat pernyataan manajemen tersebut, Perusahaan setuju untuk membebaskan dan mengganti rugi kepada ICHSAN & REKAN atas segala tuntutan, kewajiban, dan biaya-biaya yang akan dikeluarkan sebagai akibat dari kesalahan pernyataan manajemen berkaitan dengan jasa audit yang kami berikan sesuai dengan perikatan ini.

Audit kami mengandung risiko bawaan bahwa bila terdapat kekeliruan dan ketidakberesan material, termasuk kecurangan atau pemalsuan, mungkin tidak akan terdeteksi. Namun, bila kami menemukan adanya hal-hal tersebut dalam audit kami, informasi tersebut akan kami sampaikan kepada Saudara.

Sebagai tambahan laporan audit kami atas laporan keuangan, kami akan menyampaikan surat terpisah tentang kelemahan signifikan pengendalian intern yang kami temukan dalam audit yang kami lakukan.

Kami mengingatkan Saudara bahwa tanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan, termasuk pengungkapan memadai merupakan tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab ini mencakup pula penyelenggaraan catatan akuntansi dan pengendalian intern memadai, pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi, dan penjagaan keamanan aktiva perusahaan. Sebagai bagian dari proses audit, kami akan meminta penegasan tertulis dari Saudara tentang representasi yang Saudara buat untuk kami dalam rangka audit yang kami laksanakan.

Kami mengharapkan kerja sama penuh dari staf Saudara dan kami yakin bahwa mereka akan menyediakan catatan, dokumentasi, dan informasi lain yang kami perlukan dalam rangka audit kami. Berdasarkan diskusi tentang opersai perusahaan dan perencanaan audit kami, fee audit kami diperkirakan sebesar Rp 56.500.000,- ditambah direct out of pocket expense dan Pajak Pertambahan Nilai. Fee tersebut kami hitung berdasarkan waktu yang diperlukan oleh staf yang kami tugasi untuk melaksanakan audit ini dan tarif per jam staf yang kami tugasi, yang bervariasi sesuai dengan tingkat tanggung jawab yang dipikul dan pengalaman serta keahlian yang diperlukan. Jumlah tersebut akan kami tagih sesuai dengan kemajuan pekerjaan kami.

Surat perikatan audit ini akan efektif berlaku untuk tahun-tahun yang akan datang kecuali jika dihentikan, diubah, atau diganti.

Silakan menandatangani dan mengembalikan copy surat perikatan audit terlampir yang menunjukkan kesepakatan Saudara atas pengaturan tentang audit atas laporan keuangan tersebut diatas.

Terima kasih atas kesempatan yang Saudara berikan kepada kami untuk menyediakan jasa audit bagi Saudara.


PT SINAR MATARAM                                                     KAP ICHSAN & REKAN



Andriyono Dharmadi                                                          Muh. Ichsan Perdana
Direktur Utama                                                                                                   Akuntan, Reg. Neg. D-245641


CONTOH AUDIT PLAN

PT SINAR MATARAM
RENCANA PEMERIKSAAN
TAHUN BUKU 2013
1.      Gambaran Umum:
PT Sinar Mataram adalah perusahaan penerbitan surat kabar Aneka Warta  yang dalam akte pendiriannya didirikan pada tahun 1969 oleh Andriyono Dharmadi. Namun, perusahaan ini sudah ada sejak tahun 1834 yang berbentuk perusahaan perseorangan. Pemilik pertamanya adalah tuan H. Abdullah yang kemudian berpindah tangan dan terus berkembang sampai kepada pemilik terakhir Andriyono yang mengubah perusahaan tersebut menjadi perseroan yang diberi nama PT Sinar Mataram yang beralamat di Jl.Balapan No. 17, Yogyakarta.

2.      Susunan Pengurus:
DEWAN KOMISARIS:
-           Oslan Sibarini
-           Andriyono Dharmadi
-           Ny. Lucia Dharmadi
-           Gideon Baharrudin
DIREKSI:
Direktur Utama                                      : Andriyono Dharmadi
-       Sekretaris, kasir, dan resepsionis      : Ny.Susanti
Direktur Editor Berita                           : L. Johansyah
-       Bagian percetakan                            : N. Hotma S
-       Bagian reporter & Koresponden      : M. Mawardi 
-       Sekr. editor berita & korek naskah  : Sandra. D     
Direktur Sirkulasi                                  : Wim. Hartanto
Direktur Iklan                                        : Ali wahyudi
-       Bagian Lay Out                               : Danny B
-       Saleseman                                        : Bobby L & Willy G
Direktur Akuntansi                                : Betty Hanafia
-       Bagian Tata Usaha                           : Tommy S
3.        Ekuitas
Modal dasar PT terdiri atas 8.000 lembar saham biasa dengan nilai Rp50.000.000,00 per lembar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.000 lembar telah beredar, yaitu 4.500 lembar diberikan kepada tuan dan Nyonya Andriyono Dharmadi atas aktiva-aktiva yang diserahkan, dan 1.500 lembar dijual tunai (sebesar nilai nominal) kepada Tuan Oslan Sibarini, Direktur Bank Nasional.

4.        Kebijakan Akuntansi
a.     Persediaan
Ditetapkan berdasarkan harga terendah diantara harga pokok (FIFO) atau harga pasar.
b.     Piutang Dagang
Digunakan untuk mencatat piutang dari penjualan iklan umum dan iklan Bioskop. Jangka waktu pembayaran ditetapkan 30 hari sejak tanggal transaksi.
c.      Investasi
Meliputi tanah untuk ekspansi (yang bernilai Rp85.430.000,00) dan surat-surat berharga. Surat berharga yang termasuk dalam investasi jangka pendek ditetapkan berdasarkan harga terendah diantara harga pokok atau harga pasar (secara keseluruhan).
d.     Aktiva tetap
Dicatat sebesar harga perolehan dan penyusutan dihitung dengan metode garis lurus, dengan taksiran umur ekonomis sebagai berikut.
·         Bangunan                                      : 20 tahun
·         Mesin-mesin                                  : 10 tahun
·         Kendaraan bermotor                     : 5 tahun
·         Inventaris kantor dan pabrik         : 5 tahun

 e.      Pajak Penghasilan
Dihitung berdasarkan tarif pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku, sebagai berikut:
Laba kena pajak                                                                              Tarif
Sampai dengan Rp. 10.000.000,-                                                        15%
Kelebihan diatas Rp. 10.000.000,- sampai dengan Rp. 50.000.000,- 25%
Kelebihan diatas Rp. 50.000.000,-                                                     35%
f.      Laba Per Lembar Saham
Dihitung berdasarkan jumlah rata-rata tertimbang (weight average) dari saham biasa yang beredar pada tahun-tahun yang bersangkutan (6.000 lembar dalam kedua tahun tersebut).
g.     Pengakuan Pendapatan
Pendapatan dari penjualan diakui pada saat dilakukan penyerahan barang kepada pembeli.
h.     Transaksi dan Penjabaran Mata Uang Asing
Pembukuan perusahaan diselenggarakan dalam mata uang asing rupiah. Transaksi dalam mata uang asing dibukukan dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Saldo aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pertanggal neraca dijabarkan dengan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal neraca. Selisih kurs yang terjadi dikreditkan (dibebankan) pada perhitungan laba rugi tahun berjalan.
i.       Tahun Buku
Tahun Buku perusahaan berjalan dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.

5.      Buku-buku yang digunakan perusahaan
Dalam rangka penyusunan laporan keuangan, perusahaan telah menyelenggarakan , antara lain:
·            Buku Kas.
·            Buku Bank.
·            Buku besar (G/L).
·            Ayat-ayat Jurnal.
·            Proses pembukuan masih dilakukan secara manual.

6.        a.  Neraca Komparatif
                                                                          Per Book                  Audited
                                                                          31/12/2013               31/12/2012
                                                                                 (Rp)                         (Rp)
AKTIVA:
Aktiva lancar:
Kas-Bank Bina Indonesia                           151.792.100            68.325.000
Kas-Bank Nasional                                       30.000.000            10.000.000
Kas Kecil                                                         2.000.000              1.820.000
Piutang Dagang                                           103.640.000            96.480.000
Cadangan Kerugian Piutang                       (10.530.000)           (8.100.000)
Piutang Klaim Asuransi                                        -0-                         -0-
Persediaan Kertas Koran                             108.196.000             84.016.000       
Uang Muka Asuransi                                    17.400.000               1.360.000
Uang Muka Sewa                                                   -0-                 12.000.000
Investasi
Investasi-Umum                                            65.950.000           151.380.000
Investasi-Tabungan                                     210.000.000                   -0-
Tanah dan Bangunan...Beli Sewa                         -0-                        -0-
Akm. Depresiasi Tanah dan                                  -0-                        -0-
Bangunan ...Beli Sewa                               
Mebel dan Peralatan Kantor                          68.850.000            60.850.000
Akm.Depresiasi Mebel dan                          (31.045.000)          (24.830.000)
Peralatan Kantor
Peralatan Percetakan                                1.084.840.000          894.840.000
Akm. Depresiasi Peralatan Percetakan       (470.590.000)       (421.090.000)
                                                                        1.330.503.100         927.051.000
UTANG:
Utang Voucher                                              121.675.000           60.380.000
Utang Gaji                                                       16.273.000                 -0-
Utang PPh Karyawan                                      10.552.000             5.844.000
Utang Pajak Bumi dan Bangunan                        250.000                250.000
Utang Bunga                                                           -0-                        -0-
Utang Deviden                                                      -0-                  60.000.000
Utang Jangka Panjang Yang Jatuh                        -0-                         -0-
Tempo Tahun 2013
Utang Jangka Panjang Yang Jatuh                        -0-                         -0-  
Tempo Tahun 2014                                               
Utang Jangka Panjang                                   475.000.000       250.000.000
Utang Beli Sewa                                                    -0-                        -0-
Utang PPh                                                         6.864.300          12.722.000
Laba Penjualan Aktiva Tetap yang                        -0-                        -0-
Ditangguhkan
                                                                   
MODAL:
Saham Biasa                                                  330.000.000       300.000.000
Agio Saham                                                           -0-                       -0-
Laba Yang Ditahan                                       237.855.100          83.620.000
Laba tahun Berjalan                                      132.033.700       154.235.100
                                                                   1.330.503.100       927.051.100
 b. Laba Rugi
                                                                          Per Book                  Audited
                                                                          31/12/2013               31/12/2012
                                                                                 (Rp)                         (Rp)
PENGHASILAN:
      Iklan - Umum                                               526.901.000         470.501.000
      Iklan – Bioskop                                            198.610.000         175.555.000
      Iklan – Mini                                                  203.460.000         180.106.000
      Penjualan Surat kabar                                   341.206.000         256.170.000
             Total Penghasilan                               1.270.177.000       1.082.323.000
Biaya-biaya Operasi:
      Gaji                                                               451.090.000         429.648.000
      Komisi Iklan                                                   77.276.000           67.380.000        
      Honorarium Koresponden                                9.350.000             8.840.000
      Honorarium lain-lain                                      21.380.000           18.650.000
      Foto dan Gambar                                             8.740.000             6.980.000       
      Pemakaian kertas koran dan tinta                273.895.000          149.593.000
      Reparasi dan Pemeliharaan                            30.650.000            12.075.000
      Supplis                                                              9.740.000             9.130.000
      Distribusi dan pengangkutan                           6.470.000             5.880.000
      Sewa                                                                42.000.000            18.000.000
      Depresiasi                                                        55.715.000            50.662.000
      Pajak Atas Bumi dan Bangunan                          250.000                        250.000
      Asuransi                                                            4.760.000                        3.450.000      
      Listrik                                                              28.540.000            24.100.000
      Jasa Konsultan                                                22.350.000            18.870.000
      Kerugian Piutang                                            10.900.000                        7.730.000
      Macam-macam Biaya                                      22.780.000                        9.886.000
             Total Biaya Oprasi                             1.075.886.000        841.124.000
Laba bersih operasi                                              194.291.000         241.208.000

Pendapatan (biaya) di luar operasi:
      Pendapatan Investasi                                        6.280.000            13.200.000
      Pendapatan lain-lain                                          3.757.000                        1.846.000
      Biaya bunga                                                  (25.000.000)         (30.000.000)
      Laba (Rugi) Penghentian Aktiva                    14.570.000                        1.800.000
             Jumlah                                                         (393.000)         (13.154.000)
      Laba bersih sebelum pajak                            193.898.000          228.054.000
      Taksiran Pajak Penghasilan                              61.864.300           73.818.900
      Laba bersih setelah pajak (ke Neraca)            132.033.700         154.235.100

7.         Masalah Akuntansi
·        Pembukuan dilakukan secara manual, sekarang dalam proses menuju komputerisasi.
·        Saldo antara controlling account  dengan sub ledger tidak sama.
·        Rekonsiliasi saldo bank dilakukan pada akhir tahun dan masih terdapat selisih.
·        Perusahaan yang menuju pada komputerisasi akan dapat memberikan laporan yang lebih cepat, akan tetapi dalam praktiknya perusahaan masih mengalami hambatan-hambatan dalam penggunaan media tersebut yang berakibat pada terlambatnya penerimaan laporan final. Untuk mengimbangi perkembangan dan masalah-masalah yang timbul, perusahaan perlu meningkatkan pemakaian computer, dalam hal ini menerapkan program yang lebih mantap.
8.        Masalah Perpajakan
·        Dalam pengelompokkan biaya masih ditemukan biaya-biaya yang seharusnya tidak termasuk pada kelompok biaya menurut fiskal, hal ini perlu penegasan lebih lanjut untuk penyusunan rekonsiliasi laba komersial dan laba fiskal.
·        Tahun sebelumnya semua pajak-pajak yang terutang telah diselesaikan, dengan kata lain tidak ada pajak-pajak yang belum dibayarkan.
9.        Masalah Pemeriksaan
·        Laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku 2012 diperiksa oleh Kantor Akuntan Drs. Sidharus & Co.
·        Kesulitan dalam membuat rekonsiliasi saldo hubungan R/K dengan anak perusahaan.
·        Pada pelaksanaan pemeriksaan phisik persediaan masih timbul kemungkinan kesulitan dalam rekonsiliasi hasil stock opname dengan kartu stok.
10.    Rencana Kerja
Staffing:
Partner         : Muh. Ichsan Perdana
Supervisor    : Rizky Amaliah Yahya
                     : Pranita Junus
Junior           : Fajriah Budiati
                       Nurlaelah Budiman

11.    Jasa Akuntan
Pemeriksaan umum atas laporan keuangan untuk dapat memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.

12.    Biaya Pemeriksaan
Rp 56.500.000,00,- (dua puluh lima juta rupiah), ditambah PPN 10%, dikurangi PPh 23, 2%.

13.    Waktu
Pemeriksaan lapangan dimulai/selesai  : 30 Desember 2013 s/d 12 Maret 2014  
Pemeriksaan stock phisik/kas                : 04 Januari 2014 s/d 09 Januari 2014               
Evaluasi Internal Control                     : 18 Januari 2014 s/d 27 Januari 2014                 
Penyerahan laporan Akuntan               :  25 Maret 2014     
Pelaksana stock opname                       : - Fajriah Budiati         
- Nurlaelah Budiman   

 
Dibuat Oleh:                                                         
                                    Rizky Amaliah Yahya

Direview Oleh:
                                    Pranita Junus

Disetujui Oleh:
                                    Muh. Ichsan Perdana